HEADLINES.ID - Kredit Usaha Rakyat Bank BRI (KUR BRI) kembali menjadi salah satu program unggulan yang membantu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mendapatkan permodalan lebih mudah.
Dengan suku bunga rendah dan proses pengajuan yang lebih cepat, program ini mendukung pertumbuhan UMKM di seluruh Indonesia sekaligus memperluas akses keuangan bagi yang membutuhkan tambahan modal usaha.
Kredit Usaha Rakyat Bank BRI untuk UMKM
Program Kredit Usaha Rakyat Bank BRI dirancang agar pelaku UMKM dapat mengembangkan bisnisnya tanpa terbebani bunga tinggi.
Sepanjang Januari hingga Februari 2025, BRI telah menyalurkan Rp27,72 triliun dari total alokasi Rp175 triliun, dengan lebih dari 649 ribu debitur menerima manfaatnya.
Pinjaman ini juga mencakup fasilitas tanpa agunan untuk plafon tertentu, membuatnya lebih inklusif bagi pengusaha yang baru berkembang.
KUR BRI memberikan peluang bagi kita yang ingin memperbesar kapasitas usaha dengan modal tambahan, mulai dari modal kerja hingga investasi.
Selain proses pengajuannya yang sederhana, bunga pinjaman KUR BRI juga tergolong rendah, sehingga cicilan bulanan lebih ringan dan tidak memberatkan arus kas usaha.
Persyaratan Mengajukan KUR BRI
Untuk mengajukan Kredit Usaha Rakyat Bank BRI, ada beberapa persyaratan dasar yang perlu dipenuhi oleh pelaku UMKM.
Pertama, calon debitur wajib memiliki KTP dan Kartu Keluarga sebagai dokumen identitas utama. Jika sudah menikah, akta nikah juga diperlukan.
Bagi pinjaman di atas Rp50 juta, wajib menyertakan NPWP serta Nomor Induk Berusaha atau Surat Keterangan Usaha dari kelurahan setempat.
Usaha yang akan didanai harus sudah berjalan minimal enam bulan.
Selain itu, pengajuan tidak dapat dilakukan jika saat ini sedang memiliki kredit di bank lain, kecuali kredit konsumtif seperti KPR atau kartu kredit.
Batasan usia pun ditetapkan, yaitu minimal 17 tahun untuk pengajuan umum dan 21 tahun untuk KUR Mikro.