'Tot Tot Wuk Wuk' Resmi Dihentikan Sementara Usai Dapat Banyak Keluhan dari Masyarakat

Korlantas Polri hentikan sementara Tot Tot Wuk Wuk. Aturan penggunaan sirene dan rotator sedang dievaluasi agar lebih tertib.
Nosa Rahmanda - Senin, 22 Sep 2025 - 09:25 WIB
Ilustrasi pengawalan kendaraan
Ilustrasi pengawalan kendaraan - Foto: Dok. Headlines.id
Advertisements

HEADLINES.ID - Tot Tot Wuk Wuk belakangan jadi perbincangan hangat setelah Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri memutuskan untuk menghentikan sementara penggunaannya di jalan raya.

Keputusan ini muncul setelah banyak keluhan masyarakat yang merasa terganggu dengan suara sirene dan rotator yang dipakai tidak sesuai aturan.

Kepala Korlantas Polri, Irjen Agus Suryonugroho, menegaskan bahwa langkah ini adalah bagian dari evaluasi agar aturan penggunaan sirene bisa diperbaiki dan tidak lagi disalahgunakan.

"Kami menghentikan sementara penggunaan suara-suara itu, sembari dievaluasi secara menyeluruh," tuturnya kepada wartawan, Sabtu, 20 September 2025.

Advertisements

Agus menjelaskan, meski pengawalan kendaraan pejabat tetap berlangsung, penggunaan sirene Tot Tot Wuk Wuk hanya boleh dipakai dalam kondisi darurat. Artinya, tidak semua situasi bisa dijadikan alasan untuk menyalakan suara tersebut.

Ia menekankan bahwa penggunaan sirene seharusnya menjadi tanda prioritas khusus, bukan sekadar simbol keistimewaan di jalan.

"Kalau pun digunakan, sirene itu untuk hal-hal khusus, tidak sembarangan. Sementara ini sifatnya himbauan agar tidak dipakai bila tidak mendesak," ucapnya.

Di sisi lain, pemerintah juga ikut memberi perhatian pada isu ini. Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, meminta seluruh pejabat agar bijak menggunakan fasilitas sirene dan rotator.

Advertisements

Ia mengingatkan bahwa jalan raya bukan hanya milik kendaraan pejabat, tetapi juga masyarakat umum yang harus mendapat kenyamanan. Karena itu, pemakaian sirene wajib memperhatikan kepatutan dan ketertiban lalu lintas.

"Tentunya kita harus memperhatikan kepatutan, kemudian memperhatikan ketertiban masyarakat pengguna jalan yang lain," ungkapnya kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jumat, 19 September 2025.

"Sehingga bukan berarti menggunakan fasilitas tersebut, semena-mena atau semau-maunya itu," tambahnya.

"Sekali lagi yang bisa kita lakukan, yang terus menerus kita himbau bahwa fasilitas-fasilitas tersebut, jangan digunakan untuk sesuatu yang meliputi batas-batas wajar," jelasnya.

Advertisements

Prasetyo mencontohkan Presiden Prabowo Subianto yang tidak selalu menggunakan sirene atau rotator saat mendapat pengawalan. Bahkan, tidak jarang Presiden ikut merasakan macet di jalan bersama masyarakat.

Follow Us:

Headlines Indonesia WhatsApp Channel
Share:
Editor: Nosa Rahmanda
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements