RAFAH – Perbatasan Rafah yang menghubungkan Jalur Gaza dan Mesir resmi dibuka kembali secara terbatas pada Senin (2/2/2026). Pembukaan ini mengakhiri penutupan lebih dari dua tahun dan mulai dijalankan dalam skema pilot operation.
Otoritas perbatasan menyebutkan, perlintasan dibuka untuk dua arah dengan kapasitas awal sekitar 100 hingga 150 orang per hari. Tahap awal difokuskan bagi pasien yang membutuhkan perawatan medis mendesak, keluarga pendamping, serta pemegang izin keluar darurat yang telah diverifikasi.
Skema Awal dan Pengawasan Ketat
Petugas menegaskan operasional dilakukan secara bertahap sambil memantau situasi keamanan di sekitar perbatasan. Langkah ini dinilai krusial untuk menjaga stabilitas di tengah kondisi kawasan yang masih sensitif.
Pembukaan Rafah disambut sebagai angin segar bagi warga Gaza yang tertekan oleh pembatasan mobilitas berkepanjangan. Namun, pengamat internasional mengingatkan bahwa akses manusia perlu diiringi kelancaran arus logistik barang pokok dan obat-obatan.
Hingga kini, otoritas terkait terus mengevaluasi pelaksanaan tahap awal tersebut. Keberlanjutan pembukaan Rafah akan sangat bergantung pada kondisi keamanan dan koordinasi lintas pihak dalam beberapa pekan ke depan.