JAKARTA – Apple merilis laptop Mac terbaru dengan harga jauh lebih terjangkau. Perangkat bernama MacBook Neo ini dijual mulai US$599 atau sekitar Rp10 jutaan, menjadikannya laptop Mac paling murah yang pernah dipasarkan perusahaan tersebut.
Produk ini diluncurkan untuk menjangkau pengguna baru, termasuk pelajar dan konsumen yang membutuhkan laptop ringan untuk aktivitas komputasi sehari-hari. Apple juga membuka pre-order sejak awal Maret, dengan pengiriman perangkat dijadwalkan mulai 11 Maret.
Laptop ini diposisikan sebagai model entry-level dalam lini Mac, di bawah MacBook Air dan MacBook Pro. Strategi ini sekaligus membuka pintu bagi pengguna yang ingin masuk ke ekosistem macOS dengan harga lebih terjangkau.
Spesifikasi dan Target Pengguna
MacBook Neo menggunakan chip A18 Pro, prosesor yang juga dipakai pada iPhone 16 Pro. Chip tersebut dirancang cukup bertenaga untuk kebutuhan dasar seperti browsing, mengolah dokumen, hingga konsumsi multimedia.
Perangkat ini hadir dengan RAM 8 GB serta pilihan penyimpanan 256 GB dan 512 GB. Apple juga menargetkan daya tahan baterai hingga sekitar 16 jam penggunaan.
Dari sisi desain, laptop ini tetap mempertahankan bodi aluminium khas Apple dan hadir dalam beberapa pilihan warna. Meski begitu, sejumlah fitur premium disederhanakan agar harga perangkat tetap kompetitif.
Strategi Apple Masuk Pasar Laptop Murah
Dengan harga mulai Rp10 jutaan, MacBook Neo secara langsung menargetkan segmen laptop murah yang selama ini didominasi Chromebook dan perangkat Windows entry-level.
Langkah ini dinilai sebagai strategi Apple untuk memperluas pangsa pasar komputer pribadi, sekaligus menarik pengguna baru yang sebelumnya belum pernah memakai perangkat Mac.
Jika strategi tersebut berhasil, MacBook Neo berpotensi menjadi “gerbang pertama” bagi konsumen untuk masuk ke ekosistem produk Apple sebelum beralih ke perangkat yang lebih mahal seperti MacBook Air atau MacBook Pro.