JAKARTA – Intel Core Ultra Series 3 resmi diluncurkan di Indonesia pada Rabu (15/4), membawa peningkatan besar pada performa, efisiensi daya, grafis, dan kecerdasan buatan dalam satu paket prosesor terbaru.
George Chacko, General Manager SEA-ANZ Sales Group Intel, menyebut peluncuran ini sebagai awal era baru komputer personal.
“Ini benar-benar era baru untuk PC,” ujar Chacko dalam acara di Jakarta.
Performa Intel Core Ultra Series 3 dan Teknologi 18A
Dibangun di atas proses fabrikasi terbaru Intel 18A, prosesor ini diklaim sebagai inovasi tertinggi yang pernah dikembangkan perusahaan.
Intel menekankan bahwa produsen kini tidak perlu lagi memilih antara performa tinggi, desain tipis, atau baterai tahan lama.
“Dengan Core Ultra Series 3, semuanya bisa didapat sekaligus,” tegas Chacko.
Dalam pengujian internal, daya tahan baterai mencapai 27 jam untuk pemutaran Netflix, bahkan mitra OEM melaporkan hingga 31 jam.
Sementara itu, peningkatan performa komputasi menyentuh 60 persen, menjadikannya signifikan untuk produktivitas dan multitasking.
AI dan NPU 50 TOPS Jadi Andalan Baru
Di sektor kecerdasan buatan, Intel menggandakan performa AI dibanding generasi sebelumnya.
Prosesor ini dilengkapi NPU (Neural Processing Unit) dengan kemampuan hingga 50 TOPS, memungkinkan pemrosesan AI langsung di perangkat tanpa bergantung pada cloud.
Integrasi CPU, GPU, dan NPU mempercepat berbagai kebutuhan seperti pembuatan konten, kolaborasi pintar, hingga produktivitas berbasis AI.
Intel juga mengungkapkan lebih dari 500 aplikasi dari 100 vendor telah dioptimalkan untuk berjalan maksimal di platform ini.
Laptop berbasis Intel Core Ultra Series 3 kini sudah tersedia di Indonesia melalui berbagai mitra seperti ASUS, Acer, Dell, HP, Lenovo, dan MSI di jaringan ritel utama.