LAMPUNG - Focus Group Discussion (FGD) mengenai Peningkatan Keamanan dan Ketahanan Maritim di Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil resmi dimulai hari ini di Bandar Lampung.
FGD dihadiri oleh perwakilan dari Pemerintah Pusat (Bappenas,KKP, Kemenhub,Kemendagri, Kementerian BUMN, TNI AL, TNI AD, Bakamla, Badan Nasional Pengelola Perbatasan, Yayasan BUMN, PT. Permodalan Nasional Madani, BRIN), Pemerintah Daerah (perwakilan Dinas KKP, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Dinas Koperasi, baik dari Lampung Tengah, Lampung Selatan, Lampung Timur, Pesisir Barat, Tanggamus, Pesawaran, lembaga swadaya masyarakat (Indonesia Ocean Justice Initiative, Yayasan Konservasi Way Seputih, Gajahlah Kebersihan, Wawai Waste Foundation, AIESEC Local Chapter Lampung), akademisi (Universitas Lampung).
Hadir pula perwakilan badan PBB (UNDP), media lokal (berita natural.net, harian Krakatau, Faktual news, wartasyah99 net, Lampung Dalam Berita.com, Ineksrepublik.com) dan masyarakat lokal.
FGD membahas strategi dan program untuk memperkuat keamanan dan ketahanan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil serta mengidentifikasi solusi komprehensif terhadap tantangan yang dihadapi oleh wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil, terutama terkait keamanan maritim, ketahanan lingkungan, dan ketahanan ekonomi.
Dalam sambutannya, Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi–Bapak Jodi Mahardi, menyampaikan, “Kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil merupakan bagian penting dari ekosistem dan ekonomi nasional. Namun, kawasan pesisir dan pulau-pulau tersebut menghadapi berbagai tantangan serius, termasuk ancaman terhadap keamanan maritim, ketahanan lingkungan, dan ketahanan ekonomi. Dalam konteks ini, penting bagi pemerintah baik pusat dan daerah serta seluruh pemangku kepentingan baik BUMN, swasta, dan akademisi untuk bersama-sama menentukan solusi yang komprehensif dan efektif.”

“Kita harus terus memberdayakan potensi maritim terutama pulau-pulau kecil dan wilayah pesisir untuk pertumbuhan ekonomi yang lebih merata, meningkatkan kesejahteraan dalam ekonomi kerakyatan berbasis maritim, dan mempersatukan negara kita Indonesia”, tegas Deputi Jodi.
Deputi Jodi menambahkan, “Konsep pulau-pulau kecil dan wilayah pesisir sebagai ”hub” untuk mempermudah mobilitas barang dan orang antar-pulau dalam rangka menjamin pelayanan masyarakat yang lebih baik dan meningkatkan nilai tambah ekonomi lokal—menjadi target bahasan mendalam kita dalam FGD ini”.
Focus Group Discussion yang melibatkan kolaborasi multi-stakeholders ini diharapkan mampu menghasilkan strategi dan langkah-langkah konkret dalam meningkatkan keamanan maritim dan ketahanan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil.
Diskusi ini menargetkan suatu rekomendasi rencana aksi dan program yang mengakomodasi berbagai concerns K/L terutama pelibatan masyarakat pesisir, generasi muda daerah, dan keluarga nelayan, serta rekomendasi peningkatan kesejahteraan masyarakat wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil di Indonesia.
Hal senada disampaikan oleh Pj Gubernur Lampung (Dr.Drs.Samsudin SH, MH, MPd) dalam sambutannya yang menekankan bahwa Provinsi Lampung, dengan garis pantai yang luas dan pulau-pulau kecil yang indah, memiliki peran strategis.
Namun, wilayah ini menghadapi ancaman serius, mulai dari illegal fishing hingga dampak perubahan iklim.
“Kita perlu berkolaborasi untuk menghadapi tantangan ini dan memastikan keberlanjutan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil kita. Kerjasama solid antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, masyarakat lokal, dan berbagai pemangku sangat penting”, jelas Pj. Gubernur Samsudin.