Dalam setiap pertemuan internasional, Indonesia tidak pernah absen dalam memperjuangkan pengakuan Palestina sebagai negara yang berdaulat.
Upaya Indonesia dalam hal ini mencakup pendekatan diplomatik kepada negara-negara anggota PBB, mendesak agar Palestina diakui secara penuh di organisasi internasional tersebut.
Presiden Jokowi juga menekankan pentingnya gencatan senjata dan pemberian bantuan kemanusiaan tanpa hambatan, menggarisbawahi komitmen Indonesia untuk perdamaian yang adil bagi Palestina.
Dalam sambutannya, Riyad Al Maliki, Utusan Khusus Presiden Palestina, menegaskan bahwa penghargaan ini adalah bentuk penghormatan atas dedikasi Presiden Jokowi dalam memperkuat hubungan Indonesia-Palestina.
Upaya Jokowi dianggap sangat signifikan dalam mendukung perjuangan Palestina menuju kebebasan dan kemerdekaan.
"Ini adalah penghargaan atas keberanian dan keteguhan hati Presiden Jokowi dalam memperjuangkan hak-hak Palestina di forum internasional," kata Al Maliki.
Penghargaan ini juga menjadi bukti nyata eratnya hubungan diplomatik kedua negara yang telah terjalin selama bertahun-tahun.
Dukungan Indonesia tidak hanya bersifat simbolis, tetapi nyata dalam berbagai aksi diplomatik di tingkat internasional.
Pertemuan penting ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting di pemerintahan Indonesia.
Presiden Jokowi didampingi oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, serta Sekretaris Kabinet Pramono Anung.
Sementara itu, Utusan Khusus Presiden Palestina Riyad Al Maliki hadir bersama Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Zuhair al-Shun.
Dalam suasana yang hangat dan penuh persahabatan ini, kedua negara kembali menegaskan komitmen untuk mempererat hubungan diplomatik yang sudah lama terjalin.
Indonesia berjanji akan terus berada di sisi Palestina dalam setiap langkah perjuangannya, baik di tingkat regional maupun global.