Akan tetapi perilaku Bal Gi pun tak dibenarkan pula karena kakaknya itu mencoba menghancurkan negaranya sendiri hanya karena kebencian.
Pangeran Gyesu juga tetap mengkritik Raja Sansang sehingga kakaknya itu meminta maaf dan mereka saling membungkuk untuk memaafkan satu sama lain.
Lalu meskipun Pangeran Bal Gi telah melakukan pemberontakan, kedua saudara ini masih menguburkannya dengan layak.
Dalam drama Queen Woo terdapat karakter Eul Pa So yang merupakan Perdana Menteri Kerajaan Goguryeo.
Dalam catatan sejarah, Eul Pa So menjabat cukup lama dan meninggal pada sekitar tahun 203 M pada masa kepemimpinan Raja Sansang.
Ia dikenal sebagai Menteri yang luar biasa dan dihormati oleh rakyat, bahkan saat kematiannya ditangisi oleh seluruh penjuru negeri.
Kembali lagi ke Permaisuri Goguryeo, sang ratu masih hidup sampai menjadi Ibu Suri di era Raja Dongcheon.
Menjelang akhir hayatnya, sang ratu harus menyaksikan klannya yang lebih memilih untuk mendukung raja baru.
Diketahui Raja Dongcheon ini bukanlah putra kandungnya melainkan putra dari selir Raja Sansang, suami keduanya.
Ratu Woo diperkirakan meninggal pada usia 74 tahun dan meninggalkan sebuah surat wasiat.
Sang ratu merasa malu dan tidak tega bertemu suami pertamanya di akhirat yakni Raja Gogukcheon.
Sehingga beliau meminta agar jasadnya dikuburkan di sebelah makam Raja Sansang dan Raja Dongcheon menuruti wasiatnya.
Konon setelah kematian Ibu Suri Woo, seorang dukun menghampiri Raja Dongcheon dan memberitahunya tentang mimpinya bertemu Raja Gogukcheon.