Google Gelontorkan Rp164 Miliar untuk Riset Quantum AI

Google meluncurkan program REPLIQA senilai 10 juta dolar AS untuk menggabungkan komputasi kuantum dan AI dalam riset biologi serta pengembangan kesehatan
Trinita Adelia - Rabu, 13 Mei 2026 - 09:09 WIB
Program REPLIQA milik Google menggabungkan komputasi kuantum dan AI untuk mendukung penelitian biologi tingkat molekuler.
Program REPLIQA milik Google menggabungkan komputasi kuantum dan AI untuk mendukung penelitian biologi tingkat molekuler. - Foto: Dok. Headlines.id
Advertisements

Quantum Computing Mulai Didorong ke Sektor Kesehatan

Langkah Google memperlihatkan arah baru pemanfaatan komputasi kuantum di luar sektor komputasi murni. Industri kesehatan dan ilmu hayati kini mulai menjadi target utama pengembangan teknologi tersebut.

Google sebelumnya juga mengumumkan berbagai terobosan terkait algoritma kuantum dan chip komputasi kuantum internal. Perusahaan menyebut teknologi itu nantinya dapat digunakan untuk analisis struktur molekul dan penciptaan data baru untuk pelatihan AI.

Meski begitu, pengembangan quantum computing masih menghadapi tantangan besar. Teknologi tersebut saat ini masih berada pada fase awal dan membutuhkan peningkatan stabilitas serta koreksi kesalahan sebelum dipakai secara luas.

Advertisements

Diskusi di komunitas teknologi juga menunjukkan respons beragam terhadap program REPLIQA. Sebagian menilai investasi 10 juta dolar AS masih relatif kecil untuk proyek berskala besar, sementara pihak lain melihatnya sebagai langkah awal yang strategis.

Quantum AI Dinilai Punya Potensi Besar

Google menyatakan komputasi kuantum memiliki potensi untuk menyelesaikan persoalan yang sulit dipecahkan komputer tradisional. Hal itu terutama berlaku pada simulasi probabilitas kompleks dan interaksi molekuler dalam tubuh manusia.

Teknologi ini bekerja menggunakan qubit yang memungkinkan banyak kemungkinan dihitung secara simultan. Pendekatan tersebut berbeda dari sistem komputasi klasik yang selama ini digunakan dalam pusat data modern.

Google memperkirakan aplikasi praktis komputasi kuantum dapat mulai terlihat dalam beberapa tahun ke depan. Bidang kesehatan, material baru, dan energi menjadi sektor yang disebut paling berpotensi menerima dampak awal teknologi tersebut.

Advertisements

Sejumlah peneliti juga menilai kombinasi AI dan quantum computing dapat menghasilkan simulasi biologis dengan tingkat detail yang sebelumnya sulit dicapai. Pendekatan ini dinilai penting untuk mempercepat eksperimen ilmiah.

Google menegaskan REPLIQA masih berstatus penelitian dasar. Perusahaan menyebut hasil nyata dari program itu kemungkinan membutuhkan waktu panjang sebelum dapat diterapkan secara komersial.

Komitmen baru tersebut memperlihatkan persaingan perusahaan teknologi besar dalam pengembangan quantum computing semakin mengarah pada pemanfaatan praktis di sektor kesehatan dan sains molekuler.

Advertisements

Follow Us:

Headlines Indonesia WhatsApp Channel
Share:
Editor: Trinita Adelia
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements